Posts

Apakah Sensorik Motorik Anak Anda Normal?

Image
Bahasan motorik menjadi sangat menarik bagi saya setelah membaca buku Tuntas Motorik yang ditulis Ibu Ani Ch. Karena saya termasuk ibu yang cuek dengan motorik anak, sejak bayi, anak-anak saya minim stimulasi, saya beranggapan toh akan ada waktunya nanti mereka bisa duduk sendiri, berjalan sendiri, berbicara sendiri. Alhamdulillah mereka berkembang sesuai tahapan usia. Namun, ketika ada tiga anak murid PAUD di tempat saya mengajar mengalami speech delay, saya jadi merasa, sekarang, kasus anak speech delay atau sulit konsentrasi semakin banyak. Ternyata hal ini bisa jadi karena hal yang sederhana, motorik dan sensorik anak yang tidak tuntas. Ada tahapan motorik yang hilang atau terlewati oleh si anak yang tidak disadari orang tua. Misal meniup, merangkak, menyedot, mengunyah. sederhana bukan? Mengapa tidak disadari? Ini karena perkembangan jaman kehidupan kota. Sekarang sudah sedikit sekali lahan luas untuk anak-anak bermain. Area bermain semakin sempit dipenuhi gedung-gedung dan per...

Pengajian Parenting Abah Ihsan

Image
Menentukan prioritas dalam pengasuhan, itulah tema pengajian Abah Ihsan kali ini. Saya baru kali kedua mengikuti acara ini. Pengajian parenting ini khusus untuk alumni PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak). Alumni PSPA Bekasi disebutnya Mom Yuk JOS Bekasi. JOS (Jadi Orangtua Shalih. Yuk jadi orang tua shalih, bila ingin anak-anak kita menjadi anak yang shalih.😊 Sesi awal disampaikan fiqh prioritas, yaitu bagaimana kaidah memilih dalam hukum agama, misal mendahulukan yang wajib dari yang sunnah, mendahulukan yang sunnah dari yang mubah. Abah mengambil referensi dari buku Yusuf Qardawi. Kemudian sesi selanjutnya dikaitkan dengan pengasuhan. Pada kejadian-kejadian sehari-hari. Misal dalam memilih sekolah, memilih kebutuhan anak, memilih kebutuhan suami. Kemudian lanjut dengan tanya jawab.  Menyusun Prioritas Pengasuhan Kenapa harus menyusun prioritas? Ada di surat Al-Insyirah:7, faidza faroghta fanshob wa ila robbika farghob, maka bila kamu telah selesai terhadap ...

Kalau Besok Kiamat, Mau Belanja Apa?

Image
Suatu pagi, anak-anak belum pada bangun, sambil nyapu dan suami lagi di depan laptop, terjadilah percakapan seperti ini. U: "Beb, aku ambil mobil ya? kredit gitu, syariah... Kan nanti bisa untuk dakwah, kalau temen2 butuh mobil" A: "Sekarang mah udah ga jaman punya mobil sayang kan udah banyak Grab" U: " Iya sih, tapi kan kalau perginya jauh, agak susah"  A: "Wah, benua Antartika suhunya 25 derajat, mencapai suhu tertinggi" U: "waduh 25 derajat?" A: "Iya ni berita di CNN" U: "Kiamat udah deket banget ya berarti" A: "Ga jadi kredit mobil deh, kalau besok kiamat percuma itu mobil hancur juga" Saya langsung hanyut dalam perenungan Hari Kiamat, masih terngiang bagaimana Allah dengan ringannya mengangkat mobil dan motor bertumpukan pada banjir Januari kemarin, hancur dalam beberapa menit saja. Kalau besok Kiamat, apa gunanya lagi beli mobil sekarang, apalagi dengan cara berhutang. Mungkin ma...

#3 Tahaddu Tahabbu

" Umi. Lifa punya hadits baru, tahaddu tahabbu, berilah hadiah maka saling mencintai" " Masya Allah makin sholihah anaknya umi, jadi kalau umi kasih hadiah ke kakak, umi memang tandanya cintaaa sama Lifa, hadiah itu rezeki lho kak dari Allah. Rezeki lewat orang yang kasih hadiah. Jadi kita kalau saling berbagi, kita akan saling menyayangi..." Pas banget ada undangan ulang tahun temannya tadi, kakak antusias untuk memberi hadiah  pada temannya. "Nah kak, kalau ada undangan ulang tahun gini, kita memberi hadiah ya kak, nanti Kayla sayang sama Lifa. Lifa ada ide ga mau kasih apa? Kira-kira yang Kayla suka apa ya di umurnya yang 8 tahun?" " Buku aja mi, atau tempat pensil, kan Kayla udah sekolah SD" " Boleh-boleh nanti kita beli bareng ya kadonya" #hari3 #gamelevel8 #tantangan10hari #kuliahbundasayang #cerdasfinansial @institutibuprofesional

#2 Buku Tabungan Atau Celengan?

Ada yang berbeda pada sistem tabungan siswa TK tempat saya mengajar kali ini. Sejak kami, tim guru baru dengan konsep baru gabung di TK, kami merubah sistem tabungan. Dari awalnya siswa menabung dalam bentuk buku tabungan, sekarang menjadi tabungan dalam bentuk celengan. Hal ini dilakukan karena otak anak TK masih konkrit, jadi kalau menabung pakai buku tabungan, yang menabung sbenarnya adalah orang tuanya, karena anak belum bisa membaca dan mengerti isi buku tabungan itu. Jika pakai celengan, anak lebih bisa memahami apa itu menabung, karena bisa melihat wujud uangnya, lebih konkrit, sesuai dengan perkembangan otaknya. Bila akan ada kegiatan outing class, anak-anak juga diajarkan menabung, mencicil uang, dengan memberi uang kepada Ibu Guru, setiap hari, atau beberapa hari sekali tergantung orang tua yang memberikan. Hal ini untuk mengajarkan juga pada anak bahwa bila kita menginginkan sesuatu kita harus berusaha. Karena Lifa dan Lyan sekolah di sini, mereka pun juga mempunyai cele...