Posts

Showing posts with the label komunikasi produktif

#10 Komprod Ketika Ayah Jauh Bekerja

Pekerjaan suami saya memang lebih sering keluar kota, biasanya hanya seminggu sih. Tapi anak-anak cepat rindu, karena mereka memang dekat dengan ayahnya. Walau sedang jauh, komunikasi tetap saya lakukan sebisa mungkin setiap hari. Lebih sering saat anak-anak menjelang tidur. Berdoa bersama ayahnya. Berkomunikasi jarak jauh anak dan ayah mesti di cari waktu yang tepat juga. Terkadang bila anak-anak lagi main, mereka enggan menanggapi video call dari ayahnya. Namun ketika anak-anak bilang kangen ayahnya, terkadang justru saat ayahnya sedang bekerja. Kalau begitu, saya biasanya mencoba berempati terhadap perasaan anak-anak. " kakak dede kangen ya, umi juga kangen, pingin ngobrol, tapi abi lagi kerja belum bisa ditelpon, nanti kita telpon lagi ya " Makanya lebih sering video call menjelang mereka tidur. Saya berusaha menghadirkan ayah didalam rumah agar anak-anak tidak lupa dengan ayahnya. Misal mengingatkan kesalahan mereka dengan memyebut kata ayah. " Kan kemarin kata...

#9 KomProd (Ganti Kata tidak Bisa menjadi Bisa)

Pilihlah kata-kata dengan bijak, karena kata-kata anda akan melahirkan tindakan . Waspadalah dengan tindakan anda, karena ia akan jadi kebiasaan . Mawaslah dengan kebiasaan anda, karena kebiasaan bisa membentuk kepribadian . (Aris Ahmad Jaya) Begitulah dahsyatnya kekuatan kata-kata. Dari kata-kata bisa membentuk kepribadian. Begitu pula pada anak-anak kita, hendaknya perhatikan kata-kata yang akan kita keluarkan, intonasinya, karena mereka tidak akan salah meniru. Setiap hari mereka mendengar apa yang kita bicarakan dan cara kita berbicara. Makanya terkadang kita pun baru menyadari kala memperhatikan mereka bermain, ternyata cara mereka berbicara, menasehati teman, sama persis dengan cara kita. "dede...kalau batuk ditutup dong mulutnya..." kata kakak agak emosi. Saya yang mendengar sejenak berpikir, kok kakak emosi banget nadanya, kurang enak ih didengarnya. Dan saya pun tersadar, jangan-jangan meniru saya. Selain cara kita berbicara, kata-kata yang dikeluarkan pun ...

#8 Komunikasi Produktif pada Si Manja

Bismillah... Hari ini alhamdulillah tidak ada drama yang berarti bersama anak-anak. Apa yang saya minta anak-anak mau. Saya minta mandi mereka nurut. "air panasnya sudah mendidih...mandi yuuk, biar seger" Kakak yang lagi tiduran nonton TV saya dekati. "edeu eceu edeu, yuuk kaka berdiri dulu, sini umi bukain bajunya..." dengan nada memanjakan. Kakak pun pasrah. Kemudian saya antar kekamar mandi. Berkomunikasi dengan anak juga perlu sentuhan seni dan komedi, terkadang saya jg agak lebay berekspresi. Katanya, lebay itu tidak salah, asal lebay yang produktif . Berseni, agar hati pun juga terhibur. "dede yuk bobo kekamar" ajak saya. " gendoong...." pinta adik. "haaaaaah gendoooong, kakinya kuat gini minta gendoong?" kata saya agak berekspresif kaget yang lebay. "hayuk dede bisa berjalan, kan Allah udah kasih dede kaki yang kuat..." lanjut saya. "gendoooong" pintanya lagi. "dede lemes ya? Apa pegel?" ...

#7 Komunikasi Produktif (Beda Adik, Beda Kakak)

Sudah hari ke-7 tugas T10, walau belum seratus persen konsisten dengan kaidah-kaidah komunikasi produktif, namun setidaknya ada perubahan ke arah yang lebih baik. Terkadang kondisi fisik, jiwa juga mempengaruhi kita dalam berkomunikasi. Juga tekanan. Misal ketika anak saya menjadi lebih kurus setelah sakit, maka saya terkadang agak memaksa untuk menyuruh makan karena untuk menghindari komentar-komentar tidak enak orang atau keluarga. Tapi setelah itu saya akan berterima kasih pada anak saya. "terima kasih ya anak-anak umi udah mau makan yang banyak...biar cepet sehat bisa belajar main jalan-jalan lagi..." "maafin ya tadi umi agak maksa, kalau misal umi minta mandi trus kalian ga mau, umi ga bakal maksa, tapi kalau makan, umi sedih bahkan marah klo kalian ga mau...apalagi sakit gini" Kalau kakak yang usia 5 tahun sudah agak paham kalau ibunya bicara. Tapi kalau yang 3 tahun mungkin masih terlalu panjang ya.😄 Kalau kakaknya di usap-usap kepalanya, suda...

#6 Ketika Komunikasi Jadi tak Produktif

Intonasi saya tak lagi ramah ketika kakak tidak mau minum obat. Sebelumnya sudah berusaha bertahan lemah lembut. "Kak, sudah siang, minum obat yuk" kata saya. "Emm..." kakak menutup mulutnya. Dengan ramah saya mencoba lagi, namun ia tetap menolak. Dengan kepala yang masih 'sumeng' karena hidung mampat, dan dada sesak karena batuk, akhirnya emosi saya meninggi. "Kakak! Perlu umi marah2 ya, baru mau, tadi sudah lemah lembut lho" kata saya sambil menahan pecah air mata. Kakak pun membuka mulutnya. Sorenya, saya minta maaf. "Kak, tadi maaf ya umi marah, abis umi pingin kaka cepet sehat lagi, kaka tadi karena lagi tidur umi bangunin ya, jadi ga mau minum obatnya?" "Iya mi" katanya. Benar kan, kenapa saya juga lupa kebiasaan dia ini. Sudah kadung emosi. Semoga esok bisa lebih baik, dan sehat-sehat semuanya, laa haula walaa quwwata illaa billah. #hari6 #gamelevel1 #komunikasiproduktif #kuliahbundasayang @institutibuprofe...

#5 Komunikasi Produktif "Gantilah Nasihat menjadi Refleksi Pengalaman"

Kaka Lifa masih belum fit sekali. Adik Lyan sudah muali aktif. Dan saya pun masih belum fit. Kepala masih sakit, yang saya lakukan hanya bertahan untuk tetap ramah. Hal yang paling tidak menguras pikiran adalah  refleksi pengalaman sakit saya pada anak agar anak-anak tetap semangat sembuh. "Lidah umi sebenernya pahit ni kak, tapi umi tetap berusaha makan biar cepet sembuh" kata saya saat kakak masih enggan makan. #hari5 #gamelevel1 #komunikasiproduktif #kuliahbundasayang @institutibuprofesional

#3 Komunikasi Produktif pada Anak saat Ibu Sakit

Setelah sekitar empat hari bergadang karena anak-anak pada sakit, mulailah badan saya mulai tidak karuan, istilah orang Jawa itu 'greges'. Benar saja, suhu tubuh mulai hangat, badan seperti habis digebukin warga se-RT. (Padahal belum pernah ngerasain). Dengan badan yang tidak enak, tantangan sekali bagi seorang ibu untuk bertahan tetap ramah dan mengendalikan intonasi saat berkomunikasi dengan anak-anak yang masih susah makan. "Kaka makan ya?" dengan tetap tersenyum. "Umi ingin kaka cepat sehat, kangen rumah umi yang berantakan mainan kaka, kangen berisik kaka sama teman-teman disini..." lanjut saya sambil berbisik . "Umi punya sereal coco crunch, nori, bubur, mau yang mana sayang?" kata saya membuat pilihan . "Maunya nasi sama nori..." katanya. Alhamdulillah... "Oke siap princess sholihah" jawab saya dengan semangat. Alhamdulillah kakak hari ini berangsur-angsur membaik. Tidak lupa setelah kakak makan, saya memberi puj...

#2 Komunikasi Produktif saat Anak Sakit

Hari ini dua anakku barengan sakitnya, panas. Tantangan kalau anak-anakku sakit biasanya soal makan dan kompres. Suka menghindar kalau diminta makan dan kompres. Gaya komunikasi yang ampuh yang ku pakai supaya mereka mau, dengan ancaman halus😄. Sungguh bukan gaya komunikasi yang produktif. Baik, hari ini ku coba game level 1 hari ke-2 pada si sulung yang sedang tidak sehat. Pertama saya ingin gunakan kaidah ' gantilah nasihat menjadi refleksi pengalaman'. Karena kaka sudah 5 tahun, insya Allah sudah bisa di ajak berpikir. " Anaknya temen umi pernah waktu itu terpaksa diinfus ka pas sakit, karena dia ga mau makan. Infus, yang pernah kaka liat di RS, disuntik ditangan nah itu sebenernya cairan makanan, supaya badan kita tetep dapet makanan. Karena klo makanan ga masuk terus, bisa berbahaya..." Lifa sepertinya mengerti perkataanku, dia jawab: "Tapi ga mau bubur..." Alhamdulillah langsung terlihat hasilnya, walau tetap tidak mau makan, tapi a...

#1 Komunikasi Produktif pada Pasangan

Membaca materi "komunikasi produktif pada pasangan", saya langsung tertarik dengan kaidah intensity of eye contact. Ternyata selama ini komunikasi kami tidak produktif ya😅. Betapa jarangnya saya menatap mata suami saat berbicara padanya. "Bi, tolong tuangin galon donk..." ketika saya sedang menjemur baju. (tidak eye contact) "Mau sarapan apa bi..." sambil lewat disampingnya yang sedang serius di depan layar gawai. (tidak eye contact) Sering pula akibat tidak eye contact , saya harus mengulang kalimat beberapa kali sampai mendapat respon dari si doi. Ssst cuma emak yang tahu. 😄 Sudah dua hari ini mempraktekan "tatap mata saya" (nada hipnotis). Dan. .. M agic! Perubahannya luar biasa sekaligus lucu lucu gemes 😆 Awalnya suami saya yang salah tingkah atas kelakuan istrinya , tapi besoknya kenapa saya yang jadi saltin g ya😅 Pengulangan kalimat pun jauh berkurang, cukup satu kali saja , yes. Ayo m...