Generasi
Ini kisah tentang anak-anak aktivis da’wah. Sore itu, mereka tampak lincah, bermain penuh gairah, dan tertawa-tawa dalam canda yang sangat renyah. Tetapi sebentar. Ada yang membuat jerih dan ngeri dalam kata-kata anak itu saat seseorang mengusik persepsinya tentang sang Abi dan sang Ummi. “Besok kalau sudah besar, nggak mau ah jadi kayak Abi sama Ummi. Sibuk terus! Capek! Ngurusin orang melulu!” “Kasihan deh Ummi sama Abiku itu…” “Kenapa Dik?” Ya, kenapa. Karena mereka menyeksamai Abi dan Umminya. Dengan penyeksamaan seorang anak yang sederhana. Namun jernih. Namun murni. Benar. Mereka melihat orangtuanya adalah aktivis da’wah. Mereka melihat setiap hari Abi dan Umminya mengemban amanah mulia kesana kemari. Sesekali mereka terajak untuk melihat Abi dan Umminya mengisi ta’lim, menghadiri syuraa’, terlibat dalam pelayanan social, mendirikan lembaga, mengelola pendidikan Islam, dan seterusnya. Tetapi mereka juga melihat hal yang lain. Bahwa habisnya waktu ayah bundanya dalam aktivit...