Posts

Ketika Hijrah ke Thibbun Nabawi merupakan Hidayah Allah

awalnya dari kekecewaan terhadap seorang dokter yang bisa dibilang telah melakukan mal praktik terhadap saya. saat itu tahun kedua kuliah sakit cacar trus berobat ke dokter sebut saja dokter S, beliau lulusan kedokteran Universitas Trisakti. Ketika periksa jerawat yang dimuka saya disangkanya cacar, saya bilang saja ini bukan cacar dok, tapi jerawat, hehe emang waktu kuliah terkenal dengan jerawatnya...sebab terkenal yang ga banget ya... dan ditawarkanlah obat racikan dokter itu sendiri..dan saya mencobanya, dan hasilnya...benar saja, wajah saya menjadi mulus (ga juga si) yang jelas bebas jerawat, dan tidak menimbulkan bekas. sejak saat itu saya merasa cocok dan setiap habis selalu membeli tanpa harus menemui dokter itu, hingga tahun keempat kuliah saya menikah.   setahun menikah namun Allah belum mengizinkan amanah itu diberikan, dan suatu saat ketika saya memakai obat jerawat itu, wajah saya menjadi panas dan gatal, dan konsultasi pun terjadi. konsultasi pertama saya sendiri...

Mbah Kung Juara Satu

entah kenapa hati ini selalu sedih kala mengingat ayah...seperti saat itu dalam perjalanan setelah berkunjung dari Jakarta Fair. Perjalanan menyusuri jalur tanjung priok-bekasi. jalur yang setiap hari dilalui ayah dengan vespa merahnya, yang setiap pagi harus di sela beberapa kali agar bisa berderu. tak jarang juga mati mesinnya ditengah jalan, terbayang ayah sedang menuntun vespa dengan tubuhnya yang kecil dan melelah. sekian tahun, mengapa diri ini baru menyadari jauhnya dan begitu harus payahnya perjalanan ayah untuk bekerja demi sebuah keluarga kecilnya. tergambar wajah yang mengerut namun tetap tegas menyusuri jalan bekasi-tanjung priok, yang malamnya saat perjalanan pulang lebih sering berdampingan dengan truk-truk barang kontainer, yang mungkin tersenggol sedikit saja maka.. ah ayah, kenangan bersamamu masih saja terngiang dalam pikiran anak perempuanmu ini. ketika kau tak pernah menolak saat di minta mengajari PR matematika walaupun kau sedang asik membaca atau menonton, dan ...

Ummi Kembaran Abi

pernah merhatiin anak kembar? anda dan suami termasuk anak kembar mungkin? punya anak kembar? tahukah anda tidak ada sepasang anak kembar pun yang benar-benar sama di dunia ini meski kembar identik sekali pun? -inilah kata pembuka saat saya membaca bukunya mba ifa afianty pada subbab TWINSOUL- yup, twinsoul adalah salah satu pola ikatan suami istri. bentuk ikatan ini seperti anak kembar, antara suami dan istri PUNYA BANYAK KESAMAAN, bukan sama persis, anak kembar aja pasti ga mau disamakan, karena sejatinya mereka adalah pribadi yang berbeda. karena sama dan berbeda itulah, mereka biasanya lebih mudah beradaptasi, saling terikat batin, lebih gampang berkomunikasi, dan lebih mudah mendekati kembarannya dalam banyak hal. kesulitannya adalah seringkali mereka kesulitan melepaskan diri dari bayangan pasangan kembarnya, disamping keinginan mendominasi pasangan kadang juga begitu kuatnya. saya dan suami punya banyak kesamaan, bahkan katanya malah wajahnya mirip kaya kakak adik. sama-s...

Puisi Untuknya

ketulusan senyummu lantakkan geramku sinar indah matamu ajari aku kelembutan kelembutanmu ajari aku cinta cinta tak pernah kecewa cinta yang bukan picisan cinta tak harap imbalan pertamaku mengenal cinta cinta yang tak dibalut kesedihan cinta yang selalu dekat walau raga menjauh cinta ini selalu ada cinta terbaik telah berhimpun pada-Nya cinta ku harap kelak tak pernah raga ini terpisah nanti... di kenikmatan abadi milik-Nya 27 mei 2005 sahabatku, pertamaku, terbaikku

First Flight (Kita Kecil Banget)

Ini pengalaman pertamaku naik pesawat..hehe norak ya... mudik pertama bareng my soulmate ke wonogiri, kampungku. Kalau kampung suami di gorontalo, jadi ke yang dekat dulu sambil kumpulin modal lagi. Sebenarnya ga berencana mudik, pertengahan ramadhan tiba-tiba pengen kesana karena ibuku sama abang juga kesana. Langsung cari-cari info tiket, ga minat sama sekali naik bus, karena pasti bakal macet banget. Pilihannya kereta atau pesawat. Telepon sana sini, eh udah kehabisan tiket sebelum lebaran, diputuskan berangkat ba'da lebaran, hunting lagi, eh malah dapet tiket pesawat yang lebih murah dari kereta, ya sudah langsung booking, pesawat Sriwi(tuut). Asiknya sekarang bus DAMRI yang ke bandara, tadinya di GIANT Bekasi, sekarang pindah ke sub terminal Kayuringin, alias deket banget sama rumah ku. Dapet pesawat jam 5 sore, dah berangkat dari Bekasi jam 2, hampir aja ketinggalan DAMRI, alhamdulillah pas banget bus mw keluar, becak kita sampai. Kalau naik bus DAMRI harus muter-muter dulu...