Posts

Diary Imaginer

"sama Ri, cita-cita, mimpi, ketertarikan, hobi... beberapa karakter diri aja yang agak beda... mulai dari tongkat sampai pesawat terbang, anak-anak jalanan, film ,musik, gerakan, olahraga... sangat sederhana, tapi besar, bermanfaat, itu intinya kan, ga perlu banyak harta, ga perlu doktor, dan ga perlu cantik kan untuk bisa bermanfaat... berbuat, berkarya,walaupun dengan segala keterbatasan... dan bukankah akan berenergi jika dikerjakan bersama... Ah Ri..." Das sayang... andai saja kau tahu bahwa ia baru saja mengatakan yang sama tentangmu... ya..saat kau terbaring lemah bertabur selang dengan detikan monitor sandi rumput... Das...maafkan, karena sampai diakhir lelahmu belum sempat tersampaikan... Ah Das... semoga segala peluh kebaikanmu tersandar di bahu mujahid terindah bertabur bunga taman syurga... -Ri-

Motorku Masuk Jalan Tol

Sudah 3 hari abangku dinas ke gresik, berarti udah 3 hari juga motornya nganggur dirumah, padahal akan datang bulan mulia, bulan ramadhan tapi abangku malah pergi, jadi sepi deh dirumah. Rasanya ga betah ngeliat motor nganggur dirumah, jiwa iseng ku   pun muncul. Mm... jadi pengen nyoba ke depok naik motor dari bekasi. Waktu itu pernah juga ko temen ku akhwat naik motor Depok-Bekasi kayaknya seru juga. Akhirnya aku memberanikan diri bilang ke my lovelymother, walaupun ga perlu bilang juga pasti dibolehin, karena emang dari dulu tak pernah ada kata larangan untukku. “depok itu kan jauh de, trus emang kamu tau jalannya...?” “ga ko paling cuma satu jam, ya kan bisa nanya sama temen, itu si sri tau ko...lagian temen lina ja boleh ke depok pake motor, masa lina ga....” Aku pun mengeluarkan jurus lipat wajah, he he he “ya udah... tapi nti ujan...” “mm...” (sambil cemberut) “ya udah...” “mm...”(sekarang senyum)   Selasa 2 September 2008. jam 06.30 “ati-ati.. k...

Surat untuk mas pandu

Apa kabar mas pandu… Bagaimana perasaan mu hari ini… Masihkah dahaga menyejukkan senin dan kamismu Masihkah dinginnya bersimpuh menghangatkan malam bintangmu Masihkah separuh matahari sejenakkan hiruk sibukmu Masihkah kelunya lembaran risalah memaniskan lisanmu   Apa kabar mas pandu… Bagaimana ketika kau melihat adikmu tak berhelai kerudung… Bagaimana ketika kaki mba mu tak berselimut kain… Bagaimana ketika celana jeans menempel pada sahabat saudari teman bercerita… Bagaimana ketika adik dambaan berdua tak lazim dengan mesra… Bagaimana… Bagaimana perasaanmu waktu itu…   Mungkin sama ketika menyadari… Mas pandu berjajar kikuk dekat dengan si adik bermerah jambu Memutuskan memilih meninggalkan lingkaran walaupun tak selalu Menyadari... Berbeda Apa kabar mas pandu btw, mas pandu itu siapa ya...he9    

Sejenak Lelah diP9B Cikunirr...

… mempersuntingmu… Jangan kau tolak dan buatku hancur Aku takkan mengulang dan meminta Satu keyakinan hatiku ini Aku lah yang terbaik untukmu... Mmhh... dah beberapa hari ini pulang malem trus, padahal klo katanya Tasya ”libur tlah tiba! Libur tlah tiba!hore!hore!hore!horeee!”, muhasabah diri memang paling pas ketika semua aktivitas telah terlalui, seperti saat ini aku duduk menunggu abang sopir melajukan bisnya, namun sepertinya ia tidak ingin membawa bis ini dengan ringan alias nunggu penuh dulu. Diiringi lagu yovie n the Nuno yang katanya dalem, mas-mas pengamen itu cukup lihai membawakannya, pakai biola segala lagi, keren juga, sst... vokalisnya mirip Ariel peter pan lho. Mungkin temen2 yang sering naik P9B di jalan baru pasti juga dah ga asing lagi sama pengamen itu, karena mungkin memang sudah daerah jajahannya, jadi yang ngamen pasti itu2 lagi. Pas denger liriknya, sempet berfikir... kenapa ”Akulah yang terbaik untukmu”, padahal yang sering aku denger klo cowo2 lagi ngo...

Tak Ingin Menjadi Buih

Dilahirkan dan dibesarkan di keluarga kecil dan sederhana membuat aku tak henti-hentinya syukur ini terucap atas kenikmatan yang diberikan-Nya. Tidak berlebih namun cukup saja, kehangatan kasih sayang cukup membuat kesederhanaan menjadi sebuah kemewahan   tak terkalahkan, setidaknya bagi diriku sendiri. Tumbuh dalam keluarga yang hampir tidak pernah ada kata larangan, saat SMP aku telah mengikuti ekstrakurikuler pramuka dan OSIS, kegiatan menjadi lebih banyak dilakukan disekolah, rapat ini, rapat itu, latihan pramuka, ha ha ternyata jiwa petualang ini telah subur sejak SMP. Pramuka yang cukup membuat ku sering ke luar rumah, tetapi kedua orangtuaku hampir tak pernah melarangku, saat kemah pun, jarang sekali dijenguk orang tua, sempat iri dengan teman-teman yang dijenguk, bahkan ditelp pun tidak, eh iya dulu kan HP belum menjamur seperti sekarang, lagi pula HP masih merupakan barang mewah, karena harganya yang masih berjuta-juta.   Yah mungkin cara orangtuaku sedikit berbed...