Posts

#3 Makan Sendiri Di Tengah Orang Ketiga😁

Image
Hari ini rencana main ke rumah eyang, berangkat jam 10, setelah tadi pagi sarapan sendiri dengan sereal. Sepertinya latihan makan sendiri hari ini akan banyak rintangan bahkan gagal😂. Karena eyang sudah dari sejak lama bilang " nanti juga dia makan sendiri, kamu aja SD masih disuapin. Anak-anak kan harus makan, jangan gara-gara ga mau makan sendiri jadi ga makan" . Dan emak hanya bisa terdiam dan iya iya saja, biar aman. Seperti yang dibayangkan, siang dan malam eyang yang suapin makan, saat kaka enggan makan sendiri. Saya bilang "kakak kemarin sudah pintar makan sendiri, kakak kan lagi belajar makan sendiri". "Sini eyang suapin aja, nanti juga makan sendiri, ga terus2an disuapin" sahut eyang. 😁😁 Kalau ngemil, lancar jaya, doi lahap sendiri. Misi hari ini gagal🙈 #hari3 #gamelevel2  #tantangan10hari  #melatihkemandirian  #kuliahbundasayang  Institut Ibu Profesional

#2 Makan Sendiri

Image
Hari kedua alhamdulillah ada progress, walau masih dengan bujuk rayu. Makan pagi sukses, makan siang tapi telat banget, kakak malah milih makan nanas, sempat minta disuapi ketika saya ingatkan makan, tetapi saya biarkan, hingga jam3an baru makan nasi😭, semoga sehat-sehat ya kakak... Kabar bahagianya, adiknya pun ikutan makan sendiri, malah dia yang lebih semangat, tapi memang si adek mudah laperan orangnya. Makan malam pun mereka sendiri, di meja makan, sambil ngobrol kita bertiga. Lancar, karena menunya mie instan😂, mereka yang minta, tak apalah sepekan sekali. Oiya satu lagi, tempat makan mereka itu baru, dapat dari acara perpisahan sekolah. Mereka jadi lebih excited makan sendiri. Alat makan yang lucu mempengaruhi juga lho . Adek duluan sarapan nasi uduk di meja makan. Kakak menyusul dengan gayanya. Sekat yang kosong ditaruh mainan cupcake.  #hari2 #gamelevel2  #tantangan10hari  #melatihkemandirian  #kuliahbundasayang  I...

#1 Melatih Kemandirian Makan

Image
Bismillah... Pada tantangan level 2 kuliah bunsay kali ini adalah melatih kemandirian. Saya akan memilih kakak (anak pertama saya) sebagai teman belajar. Bagi saya pencapaian kakak di usia 5 tahun menjelang 6 tahun sekarang sudah cukup membahagiakan. Dalam hal makan, doi sudah bisa mengenali rasa lapar, kalau merasa lapar dia bilang pada saya. Cara makannya pun sudah baik menurut saya. Dia suka bilang sendiri, "Umi, lifa makannya rapi kan, ga berantakan" ketika melihat adiknya maaih berantakan. Disuapin pun ga selalu, kadang juga makan sendiri tanpa disuruh. Tetapi dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin kakak sudah bisa selalu makan sendiri, selain meningkatkan kekuatan fokusnya dia, juga banyak hal lain yang positif yang akan terjadi. Misal, akan diikuti adiknya, bisa makan bareng sambil ngobrol bersama, menghemat waktu dan tenaga. Sudah dari dua hari kemarin saya sounding kakak tentang makan sendiri. Manfaatnya, pujian, dll. Tetapi belum membuahkan hasil. Saya...

#10 Komprod Ketika Ayah Jauh Bekerja

Pekerjaan suami saya memang lebih sering keluar kota, biasanya hanya seminggu sih. Tapi anak-anak cepat rindu, karena mereka memang dekat dengan ayahnya. Walau sedang jauh, komunikasi tetap saya lakukan sebisa mungkin setiap hari. Lebih sering saat anak-anak menjelang tidur. Berdoa bersama ayahnya. Berkomunikasi jarak jauh anak dan ayah mesti di cari waktu yang tepat juga. Terkadang bila anak-anak lagi main, mereka enggan menanggapi video call dari ayahnya. Namun ketika anak-anak bilang kangen ayahnya, terkadang justru saat ayahnya sedang bekerja. Kalau begitu, saya biasanya mencoba berempati terhadap perasaan anak-anak. " kakak dede kangen ya, umi juga kangen, pingin ngobrol, tapi abi lagi kerja belum bisa ditelpon, nanti kita telpon lagi ya " Makanya lebih sering video call menjelang mereka tidur. Saya berusaha menghadirkan ayah didalam rumah agar anak-anak tidak lupa dengan ayahnya. Misal mengingatkan kesalahan mereka dengan memyebut kata ayah. " Kan kemarin kata...

#9 KomProd (Ganti Kata tidak Bisa menjadi Bisa)

Pilihlah kata-kata dengan bijak, karena kata-kata anda akan melahirkan tindakan . Waspadalah dengan tindakan anda, karena ia akan jadi kebiasaan . Mawaslah dengan kebiasaan anda, karena kebiasaan bisa membentuk kepribadian . (Aris Ahmad Jaya) Begitulah dahsyatnya kekuatan kata-kata. Dari kata-kata bisa membentuk kepribadian. Begitu pula pada anak-anak kita, hendaknya perhatikan kata-kata yang akan kita keluarkan, intonasinya, karena mereka tidak akan salah meniru. Setiap hari mereka mendengar apa yang kita bicarakan dan cara kita berbicara. Makanya terkadang kita pun baru menyadari kala memperhatikan mereka bermain, ternyata cara mereka berbicara, menasehati teman, sama persis dengan cara kita. "dede...kalau batuk ditutup dong mulutnya..." kata kakak agak emosi. Saya yang mendengar sejenak berpikir, kok kakak emosi banget nadanya, kurang enak ih didengarnya. Dan saya pun tersadar, jangan-jangan meniru saya. Selain cara kita berbicara, kata-kata yang dikeluarkan pun ...